renungan 2 raja raja pasal 23

 Hari ini aku merenungkan kisah Raja Yosia yang dengan sungguh-sungguh membersihkan Yehuda dari penyembahan berhala. Ia tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi benar-benar bertindak. Mezbah-mezbah dihancurkan, patung-patung disingkirkan, dan kebiasaan lama yang berdosa dihapuskan. Dari kisah ini aku belajar bahwa pertobatan sejati tidak berhenti pada penyesalan, tetapi terlihat dalam keputusan dan tindakan nyata.

Aku melihat diriku sendiri dalam bangsa Israel. Sering kali aku tahu mana yang salah, tetapi masih membiarkannya tinggal dalam hidupku. Berhalaku mungkin bukan patung, tetapi bisa berupa kenyamanan, keinginan pribadi, atau kebiasaan yang membuatku jauh dari Tuhan. Yosia mengajarkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan menuntut keberanian untuk melepaskan hal-hal yang sudah lama melekat.

Yosia juga merayakan Paskah untuk mengingat kembali karya Tuhan bagi umat-Nya. Ini mengingatkanku bahwa perubahan hidup perlu ditopang oleh ingatan akan kasih dan kesetiaan Tuhan. Walaupun hukuman atas Yehuda tetap datang karena dosa masa lalu, hidup Yosia tetap berarti di hadapan Tuhan. Hari ini aku mau belajar untuk bertobat dengan sungguh-sungguh dan hidup lebih setia kepada Tuhan dalam keseharianku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan 1 Tawarikh 23-24

30/1/2026

HARI PERTAMA DI STT WESLEY INDONESIA